Kitab-kitab dan terjemahan telah menjadi salah satu sarana penting dalam pembelajaran di pesantren-pesantren di Indonesia. Pesantren, sebagai institusi pendidikan Islam tradisional, menjadikan kitab kuning atau kitab klasik sebagai rujukan utama dalam kajian ilmu agama. Namun, tidak semua santri langsung mampu memahami bahasa Arab yang digunakan dalam kitab-kitab tersebut, terutama karena kompleksitas gramatikal dan kosakata yang tinggi. Oleh sebab itu, kitab terjemahan menjadi solusi untuk mempermudah pemahaman, sekaligus sebagai jembatan bagi santri untuk mendalami bahasa Arab dan isi kandungannya.